Pusat Agrobisnis Indonesia
Email : Sandi :
Gabung GRATIS di Facebook Facebook dan Twitter Twitter untuk mendapatkan update-update terbaru
http://tokoagro.comhttp://pupukgdm.com
Bisnis Silangan Ayam Hutan dan Ayam Kampung
Bisnis Silangan Ayam Hutan dan Ayam Kampung
Share
2013-04-16 15:30:08 | dibaca 671 kali

Dari Waktu Ke Waktu Ayam Bekisar Selalu Laku

 

Ayam bekisar bagi sebagian orang hanyalah hobi. Tapi bagi sebagian hobiis justru berbuah manis. Kesenangan dan uang bisa didapatkan sekaligus.


Dengan segala keistime­waanya, tentu saja harga jual ayam ini jauh di atas rata-rata harga jual ayam biasa. Bahkan ada yang sampai puluhan hingga ratusan juta rupi­ah. Jadi tak salah jika banyak hobi­is mengembangkan kreatifitasnya ke arah yang lebih menjanjikan. Yaitu bisnis.

Ayam jawara yang dimaksud adalah ayam bekisar. Ayam ini me­rupakan hasil persilangan antara ayam hutan jantan dengan ayam kampung betina. Karena predikat sebagai ayam jawara yang disan­dangnya, tentu saja hobiis ayam ini cukup banyak. Tidak sedikit dari para hobiis yang kemudian menjadi peternak ayam bekisar.

Abdul Kobir adalah salah sa­tunya. “Dulu awalnya karena saya hobi, terus saya coba ternakkan karena waktu itu saya melihat ada prospek yang bagus,” ujarnya memulai cerita. “Saya memulai untuk menternakkan ayam beki­sar dari tahun 1993. Tapi sekarang ayam jantannya susah dicari,” sambungnya.

“Kemarin ada pembeli yang mau beli ayam saya, tapi ber­hubung stok bibit nya tinggal lima ya tidak saya lepas dulu, ” tu­turnya. “Sekarang saya tidak men­ternakkan ayam lagi. Saya cuma membeli bibit ayam yang sudah jadi dari Trenggalek atau Madiun.”

Tidak jarang untuk mendapat­kan bibit bekisar yang baik, Kobir juga harus membayar sedikit lebih mahal dari harga pada umumnya. “Terkadang dari Trenggalek sendi­ri harganya sudah mahal, karena mereka kan juga kesulitan untuk mendapatkan pejantannya. Ter­nak ayam hutan jauh lebih susah dari ayam biasa.”

Rata-rata harga jual bibit bekisar berkisar Rp 200 ribu ke atas. “Tergantung harga beli dari Trenggalek juga,” ujarnya. “Harga beli bibit dari Trenggalek umum­nya sekitar 125 hingga 130 ribu. Tapi kemarin ada yang harga bibit dari sananya mencapai Rp 200 ri­buan. Di sini ya saya jual lebih ting­gi dari biasanya.”

Bibit bekisar yang sudah dapat dijual mulai dari usia 2 bu­lan. Sedangkan bibit yang sudah berusia 5 bulan, dijual dengan harga mulai dari Rp 500 ribu. Da­lam sebulan, Kobir dapat menjual sekitar 5 hingga 7 bibit bekisar. Konsumen Kobir datang dari ber­bagai kota, diantaranya seper­ti Surabaya, Bandung, Jakarta, Boyolali, Salatiga, Semarang, dan kota-kota lain. Rata-rata mereka membelinya untuk sekedar hobi dan untuk dilombakan.

 

Rupa Hampir Sama, Kualitas Beda


Biasanya, telur-telur ayam hu­tan diperoleh dari para pencari rumput di hutan, yang secara kebe­tulan menemukan telur-telurnya. Lalu dari telur-telur itu kemudian ditetaskan. “Tapi dari sekian ba­nyak telur yang menetas, hasil pejantannya paling cuma 2 atau 3 ekor saja, lainnya betina,” ujarnya.

“Ayam bekisar sendiri tidak dapat diternakkan.” Mengapa? “Kalaupun diternakkan paling ya jadinya ayam kampung itu.” Lan­tas apa beda ayam bekisar dengan ayam kampung? “Kalau dari segi fisik, dapat dilihat dari pialnya. Kalau bekisar pial nya bergelom­bang, sedangkan ayam kampung lancip-lancip.”

“Selain itu juga dari suara­nya,” terangnya. “Sedangkan kalau dilihat dari postur tubuh, sebenar­nya sama saja. Cuma berhubung bekisar selalu ditaruh di dalam ku­rungan, maka posturnya tampak sedikit lebih gemuk,” tambahnya.

Apa sih ciri-ciri ayam bekisar yang bagus? “ciri yang bagus ya sebenarnya asalkan ayam itu se­hat, tapi biasanya adalah warna yang gelap, karena itu menanda­kan suara yang bagus. Selain itu juga postur tubuh yang bagus. ”

“Suara yang bagus sendi­ri adalah suara depan bervokal O dan diakhiri dengan vokal E, iramanya lurus naik ke atas. Jadi kalau didengar seperti irama Sol Do,” katanya menerangkan. Tiap-tiap kota sebenarnya memiliki karakteristik ayam bekisar sendiri-sendiri. “Warna yang sering untuk bekisar selain warna gelap, biasa­nya putih, hijau (wido), merah dan kuning.”

Ada tidak kriteria untuk beti­na yang bagus agar dapat meng­hasilkan bekisar unggulan? “Se­lain sehat, biasanya dicari yang berwarna gelap.” Menurut Pak Kobir, sebenarnya tidak ada teknik khusus untuk melatih bekisar agar memiliki suara yang bagus, “Kare­na bekisar itu sudah ada insting nya sendiri, jadi tidak perlu pakai latihan segala macam.” Ayam Ko­bir sendiri pernah mendapat juara ke III dalam lomba ayam bekisar tingkat nasional. “Tapi waktu itu ayamnya dibeli orang, saya cuma membawa pulang pialanya saja.” Tapi duitnya banyak, kan?


Beras Merah dan Jangkrik Penting Untuk Tambahan Nutrisi


“Perawatan untuk bekisar sendiri sebenarnya mu­dah. Cukup dikasih makan dan di kipu atau ditaruh di atas pasir, agar dia bisa menggaruk-garuk tanah.” Lalu, “Kalau mau di­mandikan juga tidak apa-apa.” Sedangkan untuk makanan, juga relatif mudah. “Bekisar-bekisar saya biasanya saya kasih makan beras merah, dan juga saya kasih jangkrik setidaknya 2 ekor setiap hari sebagai tam­bahan nutrisinya,” ujarnya.

“Kalau untuk yang masih bibit, saya kasih makan pur,” dalam sebulan, Kobir dapat menghabiskan sekitar 15 kg beras merah, dengan harga per kilo nya Rp 5000,00. Sedangkan untuk pur, dalam sebulan dapat menghabiskan sekitar 6 kg de­ngan harga jual Rp 5500,00 per kilonya. • red


Contact Person :

Pusat Bekisar Abdul Kobir

Tegalsari no 23 Bumi, Laweyan

Surakarta, Jawa Tengah




Komentar
Tulis komentar anda di sini..
Submit
Daftar Member Gratis
Jumlah post : 1407
Jumlah member : 1352
Facebook
Twitter
News
Beta Testing PusatAgro.com
2012-04-29 17:44:51

Per tanggal 01-12-2011 kami meluncurkan website PusatAgro.com (Beta)

Kami akan mengecek system kami, jika ada bug (error) yang dijumpai silakan kabari kami.



 

Copyright © 2011 PusatAgro.com, All Rights Reserved.