Pusat Agrobisnis Indonesia
Email : Sandi :
Gabung GRATIS di Facebook Facebook dan Twitter Twitter untuk mendapatkan update-update terbaru
http://tokoagro.comhttp://pupukgdm.com
Budidaya Bebek Pedaging, Pasti Untung!
Budidaya Bebek Pedaging, Pasti Untung!
Share
2012-05-12 23:46:07 | dibaca 2742 kali

Bermain bisnis bebek banyak segmen yang bisa dipilih. Mulai dari segmen bebek petelur, artinya yang menjadi fokus bisnisnya adalah telurnya. Bebek pedaging atau pun merinya. Semua tinggal dipilih sesuai dengan minat masing-masing.

 

Itulah yang dikatakan Sriyono, seorang peternak bebek di Dusun Brangwetan, Sumberagung, Moyudan, Sleman ketika ditemui Trans Agro di rumahnya. Lelaki ramah ini, sudah 2 tahun menggeluti budidaya bebek dan sudah banyak pula orang yang mengenal dirinya karena keberhasilan yang diperolehnya. Tidak hanya bebek petelur, mulai dari penyediaan bibit bebek hingga bebek pedaging mampu dilakoninya. Bebek yang dipeliharanya termasuk jenis yang berkualitas bagus.

Dalam dunia ternak, biasa dipanggil Yono, ternyata sudah memiliki banyak pengalaman. Mulai dari ternak ayam , budidaya ikan lele hingga ternak bebek, mengakui bahwa bebek inilah yang mampu menghasilkan keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan dengan pekerjaan sebelumnya. ”Saya pernah ternak ayam dan lele. Tetapi karena penyakit, akhirnya hewan ternak saya  mati dan saya pun rugi.”

Dengan keadaan itulah, akhirnya Sriyono memutuskan untuk berternak bebek dan ternyata hasil dari keuntugan yang diperoleh cukup tinggi. ”Bagi saya, ternak bebek ini sangat mudah peliharaannya, tidak gampang kena penyakit.  Berapapun umur bebek yang saya miliki pasti ada orang yang ingin membelinya,” ujarnya. Dari situlah kemudian Sriyono pertama kali membeli 50 ekor bebek dan hasilnya sekarang mencapai 2.000 ekor bebek yang sudah tersebar dibeberapa petani di daerahnya.

Pesanan telur maupun bibit bebek banyak datang dari daerah Bantul, Purworejo, Kulon Progo dan Sleman. Sudah banyak orang yang mengenalnya, karena selain memasarkan hasil ternak bebek miliknya, juga membantu para petani lain untuk sama-sama mengembangkan budidaya ini. Dari Dinas Pertanian pun, Sriyono sering diminta untuk memberi penyuluhan bagi para peternak bebek. ”Orang yang membeli bebek pada saya, selalu saya bantu dalam teknis pemeliharannya, karena tidak ingin orang lain gagal.”

Telur-telur bebek juga dijual ke orang lain yang memang benar-benar memesan. Tidak setiap hari dirinya menjual telur pada konsumen, tetapi tiap 3 hari sekali telur itu dipasok ke pedagang agar perputaran uang dapat jalan terus. Harga telur bebek biasanya antara 900 rupiah hingga 1.100 rupiah. Telur-telur tersebut nantinya dibuat sebagai telur asin.

Dalam berternak bebek, dirinya sudah mencoba beberapa teknik pemeliharaan yang diterapkan oleh beberapa peternak dan hasil penyuluhan petugas pertanian. Dulu, pernah mencoba teknik pemeliharaan bebek sistem kering, yaitu bebek dikandangkan dan tidak terkena air alias tidak mandi. Tetapi, dari hasil telur yang diperoleh, hanya sekitar 80% telur yang didapatkannya. ”Bebek yang tidak mandi ini biasanya memiliki bau yang tidak sedap, karena bulu-bulunya tidak pernah dibersihkan.”

Karena sudah tahu begitu, akhirnya berubah dengan sistem bebek basah. Sistem pemeliharaan ini dilakukan dengan menggiring bebek ke sungai untuk mandi. Bila tidak ada sungai, dapat dibuat kolam berukuran kecil dan dibuat mengalir agar digunakan untuk mandi. Ternyata hasil  telur yang didapatkan lebih lancar, sekitar 95%. ”Biasanya, bebek ini saya giring ke sungai sehari 3 kali, yaitu pagi, siang dan sore,” lanjutnya.

Tujuan bebek mandi ini juga untuk membersihkan bulu bebek dari kotoran yang melekat dan kutu atau serangga yang menempel di tubuh bebek tersebut. Bila sudah ada air, bebek biasanya langsung membersihkan bulunya dan bila telah kering dimasukkan kembali ke dalam kandang. Selain itu, bulu bebek akan kelihatan bersih dan warnanya cukup bagus. Bebek ini juga tidak bau.

Selain dengan teknik pemeliharaan tersebut, ternak bebek tidak terlepas dari pakan yang teratur. Bila ternak dimulai dengan DOD (Day Old Duck), digunakan pakan berupa konsentrat yang dilarutkan dalam air serta tambahan vitamin. Ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan bebek kecil itu. Ketika sudah berumur 2 minggu, bebek tersebut diberi makan campuran dengan dedak hingga berumur 2 bulan. Selanjutnya, pemberian pakan dilakukan dengan campuran antara dedak, karak dan konsentrat dengan perbandingan 3:2:1. Jika sudah mampu bertelur, dapat ditambahkan kijing atau kerang laut sedikit saja. Ini untuk memperkeras cangkang.

Dengan perlakuan pakan yang sedemikian bagus, nantinya akan menghasilkan telur yang lebih banyak dan ukuran telur yang lebih besar dari ukuran normalnya. Waktu bertelurnya pun teratur yaitu ketika memasuki umur 6 bulan dan masih mampu untuk bertelur hingga berumur 1 tahu lebih.

Pemberian pakan harus teratur, yaitu sehari 2 kali, pagi dan sore. Waktu pemberian pakannya pun harus tepat waktu, karena akan memperlancar proses bertelur pada bebek. ”Jumlah 450 ekor bebek, normalnya akan menghasilkan telur sebanyak 380 butir per hari,” tutur pria  ini.

            “Pengelompokkan dalam kandang juga sangat penting.” Pengelompokan ini bertujuan untuk menjaga keselarasan dalam satu kelompok bebek, terutama antara bebek yang masih kecil, bebek bayah hingga bebek yang sudah mampu bertelur. ”Kalau ada campuran, nantinya bebek yang sudah pernah bertelur malah tidak akan bertelur,” terangnya.

            Masalah kandang, upayakan selalu kering dan tempatkan tempat minuman yang berisi air di luar kandang. Dengan kandang yang kering, si bebek akan terasa nyaman dan juga akan sering bertelur. Ukuran kandang tidak banyak mempengaruhi jumlah bebek yang akan dipelihara. Lokasi ternak bebek terbagi menjadi dua ruang, yaitu kandang bertelur dengan atap sebagai penutup dan kandang sebagai tempat memberi makan. ”Dala satu kandang ukuran 4x4 m2 ini dapat ditampung sebanyak 100-150 ekor bebek.” (Aan)         

 

Analisis usaha bebek pedaging (waktu 4 bulan)

  1. A.     Modal Awal

Bebek meri umur 2 minggu 1.000 ekor @ Rp 5.000,-                        Rp  5.000.000,-

Pembuatan 10 kandang @ Rp 100.000,-                                               Rp  1.000.000,-

                                                                                                               Rp. 6.000.000,-

 

  1. B.     Biaya Operasional

- Dedak 320 kg/minggu @ Rp 1.000,-/kg                                             Rp    5.120.000,-

- Karak 280 kg/minggu @ Rp 2.000,-/kg                                              Rp    8.960.000,-

- Konsentrat 14 kg/minggu @ Rp 5.000,-/kg                                         Rp    1.120.000,-

- Biaya lain-lain                                                                                 Rp       800.000,-

                                                                                                                      Rp 16.000.000,-

 

  1. C.     Omset Penjualan Bebek

Bebek umur 4 bulan 1.000 ekor @ Rp 30.000,-                                       Rp 30.000.000,-

     

  1. D.     Keuntungan (C - B)                                                                                 Rp 14.000.000,


Sambilan Oke, Pekerjaan Tetap Juga Oke

            Bila melihat cara pemeliharaan yang cukup mudah dan tidak banyak kendala, bisnis ternak bebek ini dapat dilakukan dalam skala individu atau rumahan. Bagi Sriyono, bisnis bebek ini lebih enak dilakukan secara individu dengan modal sendiri, karena resiko maupun hasil yang diperoleh hanya akan dinikmati oleh pemiliknya itu sendiri. ”Ternak bebek ini dapat dipastikan selalu untung dan jarang orang hingga rugi,” terang pria yang mempekerjakan 3 orang pegawainya untuk mengurus bebeknya.

            Hasil keuntungan yang diperoleh berasal berasal dari segmen masing-masing. Mulai telur, yang terbukti hasilnya cukup tinggi.  ”Yang namanya telur bebek, masyarakat pasti suka, jadi pasti laku.”   

Begitu pula dengan bebek pedaging. Asal tahu saja, sekarang ini memang berkembang bisnis kuliner Nusantara. Salah satu menu yang sangat berkembang ya masakan berbahan daging bebek ini. ”Jadi budidaya bebek pedaging juga akan tetap menggiurkan.”  Biasnya untuk bebek pedaging ini dipilih dari jenis bebek jantan atau dari jenis bebek afkir yang sudah tidak mampu lagi bertelur. Harga per ekornya dapat berkisar antara Rp 40.000,- hingga Rp 50.000,-.

             Untuk pemeliharaan bebek lebih bagus lagi jika dilakukan di ladang atau persawahan dengan membuat rumah-rumahan sebagai kandang. ”Kalau di areal persawahan, kapasitas produksi akan semakin meningkat dan mampu menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi lagi,” kata Sriyono yang juga berkeinginan untuk membuat peternakan bebek di areal persawahan ini. Ditulis oleh : Anang

 

(Artikel ini terselenggara atas kerjasama antara redaksi www.pusatagro.com dengan redaksi tabloid cetak Trans Agro. Untuk mendapatkan berita-berita lengkap mengenai peluang agribisnis aplikatif dan nomor kontak narasumbernya, silahkan dapatkan bundelnya dengan menghubungi nomor 0274-9272270 call / smsCek daftar isi)

Komentar
Tulis komentar anda di sini..
Submit
Daftar Member Gratis
Jumlah post : 1627
Jumlah member : 1595
Facebook
Twitter
News
Beta Testing PusatAgro.com
2012-04-29 17:44:51

Per tanggal 01-12-2011 kami meluncurkan website PusatAgro.com (Beta)

Kami akan mengecek system kami, jika ada bug (error) yang dijumpai silakan kabari kami.



 

Copyright © 2011 PusatAgro.com, All Rights Reserved.