Pusat Agrobisnis Indonesia
Email : Sandi :
Gabung GRATIS di Facebook Facebook dan Twitter Twitter untuk mendapatkan update-update terbaru
http://tokoagro.comhttp://pupukgdm.com
Kebun Benih Hortikultura Salaman
Kebun Benih Hortikultura Salaman
Share
2013-04-16 16:15:34 | dibaca 2675 kali

Produk Unggulannya Pisang Raja Bulu Kuning

 

Salah satu jenis usaha yang tak pernah surut prospeknya adalah usaha pembibitan tanaman buah. Apalagi jika dilakukan dengan cara modern yaitu kultur jaringan. Dengan cara tersebut, kualitas bibitnya seragam dan bagus.

 

Kebun Benih Hortikultura (KBH) Salaman, adalah sebuah lembaga peme­rintah di bawah peng­awasan Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Wilayah Surakarta. KBH Salaman merupakan salah satu KBH, dari 17 KBH yang ada di bawah na­ungan BBTPH wilayan Surakarta ini. Semuanya, di bawah naungan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Jateng.

KBH Salaman yang beral­amat di Jalan Raya Magelang-Purworejo Km 16, Salaman, Magelang ini mempunyai visi sebagai penyedia benih hortikul­tura bermutu, varietas unggul, sebagai wujud pelayanan pada masyarakat.

“Tugas kami menyediakan benih hortikultura berbagai ko­moditi varietas unggul,” papar Ir. Farida Suci Rohmani (46), pim­pinan KBH Salaman pada Trans Agro.

Saat ini KBH Salaman mem­produksi beberapa benih ta­naman hortikultura, antara lain pisang raja bulu kuning, jeruk keprok Grabag, klengkeng, duri­an, serta masih banyak lagi. Dari semua produk tadi, yang menjadi andalan adalah benih pisang raja bulu kuning.

Dari semua KBH yang ada, KBH ini satu-satunya yang mem­produksi benih/bibitan pisang raja bulu ini, dengan mutu dan kualitas terjamin. Di KBH ini ter­sedia banyak indukan pisang raja bulu kuning dari IPB Bogor.

Dari indukan pisang raja bulu kuning inilah, KBH Salaman me­ngembangkan produk benihnya, tetapi menggunakan perbanyak­an vegetatif inkonvensional atau kultur jaringan. Hanya di KBH Sa­laman inilah, tersedia sarana un­tuk kultur jaringan khusus pisang raja bulu kuning ini.

Benih atau bibitan pisang raja bulu kuning ini menjadi pro­duk andalan KBH Salaman, ka­rena pisang jenis ini layak untuk dikembangkan. Banyak kelebihan yang dimiliki pisang ini. Masa panen yang relatif cepat, buah­nya yang besar, serta perawatan yang tak sulit, menjadikannya layak jika dijadikan tanaman ung­gulan di kalangan petani.

“Dari sisi ekonomi, pisang raja bulu ini sangat menghasil­kan. Di pasaran, harga setandan pisang raja bulu kuning ini di ki­saran Rp 40. 000,- hingga Rp 50. 000,-. Coba kalau para petani bisa menanam dalam skala besar, tentu hasilnya bisa diandalkan. Bahkan, ada beberapa petani di Demak berhasil mengekspor pi­sang ini,” jelas Farida pada Trans Agro.

Dijelaskan oleh Farida, kalau kebutuhan bibitan pisang raja bulu kuning ini sangat tinggi. Dari tahun ke tahun, cenderung ada peningkatan. Untuk tahun 2010 saja, KBH Salaman memproduksi 15. 000 benih pisang unggulan ini. Sebagai perbandingan, untuk tahun 2010 ini, benih tanaman hortikultura lainnya, seperti ke­lengkeng, jeruk keprok grabag, serta durian hanya diproduksi di bawah 5000 batang.

Sementara untuk tahun depan, sudah ditargetkan un­tuk bisa memproduksi 34. 000 benih pisang raja bulu kuning ini. Semua produk tadi, selain untuk memenuhi proyek-proyek pe­merintah yang bersumber dari APBD, juga untuk memenuhi ke­butuhan masyarakat umum.

Di KBH Salaman ini, semua produk benihnya bisa dibeli oleh masyarakat. Harganya juga relatif terjangkau. Semua produknya di­jual rata-rata Rp 4. 000,- /batang. Harga ini berada di bawah harga pasaran umum.

“Karena indukannya benar-benar bibitan unggul, maka semua produk KBH Salaman ini juga bermutu bagus sesuai in­dukannya. Terutama untuk pi­sang raja bulu kuningnya,” kata ibu 2 anak ini.

Meski KBH Salaman ini bera­da di Jateng, namun semua pro­duk benihnya, terutama pisang raja bulu kuningnya dikirim hing­ga luar Jawa. Menurut Farida, pihaknya sangat serius dalam memproduksi pisang raja bulu ini. Selain adanya laboratorium kultur jaringan untuk perbanyak­an dalam jumlah massal, juga ada kebun percontohan bagi pi­sang raja bulu kuning ini.

Khusus tanaman buah yang satu ini, KBH Salaman tak hanya memproduksi benih saja. Tapi lewat kebun percontohan ini diteliti juga banyak hal tentang perkembang-biakan tanaman pisang. Gubernur Jateng Bibit Waluyo pernah memanen pisang di kebun ini beberapa waktu lalu.

 

Perbanyakannya Lewat Kultur Jaringan


Kebutuhan benih pisang raja bulu yang mempunyai nilai ekonomi tinggi ini di masyarakat sangat besar. Kebutuhan yang banyak ini, hanya bisa didukung dengan perbanyakan lewat kultur jaringan. Dan inilah yang dilakukan KBH Salaman dalam memproduksi benih pisang raja bulunya.

Kultur jaringan adalah teknik mengisolasi dan menumbuhkan sel jaringan ataupun organ tanaman pada suatu media tumbuh yang aseptic, menjadi tanaman yang sempurna. Metode kultur ja­ringan ini diilhami oleh konsep titopetensi yang menyatakan bahwa setiap sel tanaman akan menjadi tanaman lengkap, jika ditumbuh­kan pada medium (media tumbuh) yang sesuai.

“Ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam kultur jaringan ini, antara lain pembuatan medium, sterilisasi eksplan, penanaman secara invitro, aklimatisasi, serta pembibitan di lapang,” jelas Farida lebih jauh pada Trans Agro.

Pada media tumbuh kultur jaringan, mengandung banyak un­sur hara, vitamin, zat pengatur tumbuh, N organik, kompleks alami, dan sumber karbon (sukrosa). Media tumbuh ini harus disterilisasi pada suhu 121 derajat celsius dan 1, 75 psi selama 20 menit.

Sebelum perbanyakan dilakukan, indukan perlu diseleksi ter­lebih dahulu, di dalamnya meliputi varietas unggul, dan bebas pe­nyakit. Juga perlu dilakukan eliminasi kontaminasi pada tanaman, agar bisa didapatkan eksplan (bahan tanaman yang mau dukultur) yang steril.

Agar steril, eksplan bisa direndam menggunakan fungisida an­tibiotik, sodium hypoclorit, alkohol sublimat atau hydrogen peroksi­da. Setelah proses sterilisasi ini selesai, eksplan tadi bisa ditanam pada media tumbuh prekondisi yang hanya berisi agar dan sukrosa.

Tahap selanjutnya, eksplan yang sudah steril tadi segera dipin­dah ke mudium yang bernutrisi lengkap. Biasanya, faktor yang paling menentukan arah pertumbuh­an dan perkembangan eksplan adalah konsentrasi jenis, serta kombinasi ZPT (zat pengatur tumbuh) yang dipergunakan.

“Tahap selanjutnya adalah perbanyakan (multipli­kasi). Pada pembiakan mikro, yang biasa dilakukan adalah perbanyakan menggunakan tunas adventif, serta tunas aksi­lar,” terang istri dari Setiyono ini pada Trans Agro.

Pembiakan invitor ini dianggap berhasil, jika ta­naman hasil perbanyakan dapat tumbuh kembali di lapang. Beberapa tanaman mutlak memer­lukan akar, sehingga memerlukan satu proses lain, yakni pengakaran. Tahap pengakaran ini dapat dilakuan dengan mengurangi konsentrasi semua nutrisi menjadi setengahnya.

Sebelum ditanam di lapang, biasanya akan ada proses penyesuaian lingkungan tumbuh (aklimatisasi). Pada penyesuaian lingkungan tumbuh ini, biasanya akan mengalami stress (karena suhu, kelembaban, nutrisi dan mikro organisme). Nah, proses aklimatisasi ini diang­gap berhasil jika bisa mengatasi stres tadi.

Setelah aklimatisasi berhasil, maka tanaman bisa ditanam di polybag, yang diletakkan di green house (3-4 minggu setelah akli­matisasi), untuk menjaga agar tanaman siap betul terhadap ling­kungan di lahan penanaman. Lewat cara perbanyakan invitro ini, karena perbanyakannya menggunakan cara vegetatif, maka sifat ta­naman itu sendiri akan seperti indukannya.

 

Cara Penanaman & Perawatan Pisang Raja Bulu Kuning

 

Menurut Farida, pada dasar­nya, pisang raja bulu kuning ini bisa tumbuh di mana saja, baik dataran rendah ataupun tinggi. Pada dataran tinggi, maksimal di ketinggian 2000m dpl. Semen­tara pH tanah yang dibutuhkan pisang antara 5,5-7,5. Agar hasil­nya maksimal, Farida memberikan petunjuk cara penanaman pisang raja bulu ini.

Pada lahan yang akan di­gunakan, bersihkan lebih dulu. Buat lubang penanaman, dengan ukuran 50x50x50cm. Jarak an­tar lubang 4x4 m (untuk dataran rendah), serta 4x2,5 m (dataran tinggi). Isi seluruh lubang tadi de­ngan pupuk kandang yang dicam­pur Trichoderma 100 gr. Biarkan selama 2 minggu, sebelum benih pisang ditanam.

“Sebaiknya sebelum benih di­tanam, celup dulu dalam suspense agens hayati Pf (pseudomonas fluorescens). Sebaiknya ditanam pada awal musim hujan, dan dita­nam sebatas 5-10 cm di atas pang­kal batang,” kata Farida memberi petunjuk cara penanaman pisang raja bulu kuning ini.

Setelah ditanam maka lang­kah selanjutnya adalah memberi­kan pupuk. Pupuk kandang seba­gai pupuk dasar, diberikan tiap 6 bulan seklai. Pemupukan pertama setelah 3 bulan dari masa pena­naman, menggunakan Urea 100 gr dan SP-36 50 gr. Pemupukan kedua, dilaksanakan 6 bulan se­telah penanaman (atau 3 bulan setelah pemupukan pertama), menggunakan UREA dan KCL masing-masing 100 gr.

Pemupukan ke 3, tetap menggunakan UREA 100 gr dan KCl 100 gr, dan dilakukan 6 bulan dari pemupukan pertama. Dan terakhir adalah pemupukan ke 4, menggunakan 100 gr UREA dan 50 gr SP-36, dan dilakukan setelah 9 bulan penanaman.

“Cara pemupukannya dengan cara membuat lubang meling­kari tanaman, dengan kedalaman 10-15 cm, jaraknya dari tanaman 50-60 cm.”

Jika pada musim hujan, penyi­raman tak perlu dilakukan. Yang perlu diketahui, saat tanaman ini berbunga, kebutuhan airnya 50-90 liter/minggu. Sementara jika tanaman sedang berbuah, maka kebutuhan airnya bisa men­capai 200 liter/minggu.

Agar bisa tumbuh maksimal, saat tanaman pisang ini tumbuh anakan, maka sebaiknya dipilih anakan yang berumur 4 bulan ke atas, dan arah tumbuhnya sama. Untuk anakan yang usianya ku­rang dari 4 bulan, hilangkan saja, dengan cara memotongnya seba­tas permukaan tanah.

Pada usia setahun, pisang raja bulu ini sudah berbuah. Jantung pisangnya bisa dipotong ketika buah terakhir yang normal sudah melengkung ke atas, atau 10-15 cm dari sisir terakhir.

Namun sebaiknya, bisa dila­kukan pembrongsongan, atau membungkus buah pisang tadi menggunakan plastik. Hal ini bisa dilakukan pada saat seludang pi­sang pertama belum membuka, dan jantung pisang mulai merun­duk. Untuk perawatan lainnya, hi­langkan daun yang sudah tua atau kuning. Sisakan 6-8 daun di tiap pohonnya.

Pisang bisa dipanen, jika bu­ahnya sudah tampak berisi, juga pada ujung buah mudah dipatah­kan, warna kulit pisangnya hijau tua, dan daun bendera pada ta­naman sudah mengering. Buah bisa dipanen 90-110 hari setelah muncul jantung.

Farida mengingatkan, agar lakukan pengamatan seminggu sekali, untuk mencegah hama dan penyakit yang terkadang me­nyerangnya, antara lain layu fu­sarium, layu bakteri, bercak daun, serta kedil pisang. Untuk hama, bi­asanya kumbang, serta ulat peng­gulung daun.

“Inilah keunggulan pisang raja bulu kuning produksi KBH Salam­an. Harga bibit murah, mudah per­watannya, dan yang pasti buahnya memiliki nilai jual tinggi. Jika ber­minat, bisa datang ke sini,” pung­kas Farida pada Trans Agro. •

 

KBH Salaman

Jl. Raya Magelang-Purworejo Km 16 Salaman, Magelang 56162, Jateng

Komentar
Tulis komentar anda di sini..
Submit
Daftar Member Gratis
Jumlah post : 1616
Jumlah member : 1587
Facebook
Twitter
News
Beta Testing PusatAgro.com
2012-04-29 17:44:51

Per tanggal 01-12-2011 kami meluncurkan website PusatAgro.com (Beta)

Kami akan mengecek system kami, jika ada bug (error) yang dijumpai silakan kabari kami.



 

Copyright © 2011 PusatAgro.com, All Rights Reserved.