Pusat Agrobisnis Indonesia
Email : Sandi :
Gabung GRATIS di Facebook Facebook dan Twitter Twitter untuk mendapatkan update-update terbaru
http://tokoagro.comhttp://pupukgdm.com
Memulai Usaha Pembibitan Lele dengan Modal Rp 300
Memulai Usaha Pembibitan Lele dengan Modal Rp 300
Share
2012-05-08 11:41:49 | dibaca 1643 kali

Ditulis oleh Meddia


Bagi beberapa orang, Pembibitan lele  bisa dimulai dengan modal yang sangat kecil. Meski persaingan sangat ketat, tapi pasar tetap terbuka lebar karena daya serapnya tinggi.

 

 

 

 

Jika modal anda cekak, dan ngebet ingin punya usaha agrokompleks yang low risk (minim risiko), maka pilihlah usaha pembibitan ikan Lele Dumbo. Trend ikan lele memang sudah biasa dan tidak begitu menyengat dalam bidang bisnis perikanan. Namun kepopuleran ikan lele sebagai ikan konsumsi sejauh ini belum ada yang bisa menandingi. Terutama untuk konsumen menengah ke bawah.

Karena populer itulah, maka hampir di semua tempat keberadaannya mudah ditemukan. Harganyapun relatif lebih murah dibanding ikan konsumsi lain. Justru kondisi itulah yang membuat iklan lele terutama lele dumbo selalu cepat diserap pasar. Nah peluang usaha lele dumbo tentu sebuah jaminan prospek bagus. Baik pembesaran maupun pembibitan sama-sama menguntungkan. Bedanya untuk pembesaran modal sedikit lebih besar, sedangkan untuk pembibitan modal relatif kecil.

“Saya sendiri hanya bermodal Rp 300.000,- sudah bisa mengawali usaha pembibitan lele dumbo,” kata Prapto (45), seorang pembibit lele asal desa Teraju Kuning, Sukoharjo, Jawa Tengah saat ditemui Trans Agro.

Sebelum menerjuni usaha pembibitan lele, bapak berputra dua itu mengawali dengan pembesaran ikan Mujair dan Tawes dengan sistem Mina Padi di tahun 1980. Yaitu sistem pembesaran ikan dengan media kolam yang nebeng dengan genangan air sawah. Seiring perkembangan, dimana banyak unsur kimia pestisida yang dimasukkan dalam teknologi pertanian, maka usaha mina padi akhirnya mati.

“Baru tahun 1990, saya mulai menekuni pembibitan lele dumbo ini,”cerita pria yang sempat menamatkan sekolah STM di tahun 1978 ini.

Modal tersebut dialokasikan untuk pembelian dua pasang indukan, serta beberapa meter kain terpal untuk pembuatan kolam sistem terpal. Beruntungnya rumah di desa biasanya mempunyai lahan atau pekarangan yang lumayan luas. Jadi tak perlu repot dengan masalah lahan kolam. Begitu pula dengan pria ini, dengan modal tersebut bisa membuat empat kolam terpal masing-masing berukuran 2 X 3 meter.

“Hal terpenting dalam usaha ini adalah pada tahap pemijahannya,” lanjut suami dari mbak Sumirah ini.

Menurut pria yang juga menerima jasa reparasi alat elektronik di rumahnya ini, ilmu pemijahan ia peroleh dari seorang rekan yang bekerja di dinas perikanan Sukoharjo. Sebelumnya memang terdengar mudah, namun saat memulai praktek ternyata ada trik-trik khusus yang harus dipelajari secara mendalam. Toh tak sampai satu bulan, ia sudah lihai dalam soal pemijahan tersebut.

“Jika sudah terbiasa, sebetulnya memang sangat mudah kok memijahkan lele dumbo ini,” paparnya santai.

Hasil dari usaha ini memang tergantung dari modal indukan yang dipunyai. Jika punya indukan lebih banyak tentu hasil bibit juga lebih banyak. Sebagai informasi untuk sepasang indukan lele ukuran masing-masing 1,5 hingga 2 kg (umur sekitar 1 tahun) bisa menghasilkan telur sedikitnya 40.000 ekor. Bagi yang sudah pengalaman memijah, biasanya telur yang dihasilkan lebih besar dari jumlah itu.

“Untuk ukuran indukan yang lebih besar bisa mencapai telur sebanyak 90.000 sekali menetas,” sambungnya.

 

Bagi yang sudah pengalaman tentu bisa menyerap berbagai ilmu dan trik dalam pemijahan. Seperti bagaimana memilih indukan yang berkualitas, baik dari segi umur maupun ukuran bobot, timing atau waktu bertelur yang baik, kolam yang ideal, dan pemberian nutrisi atau pakan yang baik, juga antisipasi kondisi geografis serta cuaca yang seringkali berubah-ubah.

Lalu berapa waktu panennya?

“Saya biasa memanen bibit dalam waktu antara 20 hingga 35 hari,” ujar pria yang juga sempat mencoba usaha pembibitan belut ini.

Nah waktu tersebut tentu merupakan rentang waktu yang singkat untuk bisa menikmati hasil dari sebuah usaha. Dan masalah pemasaran juga tak perlu pusing. Hampir di semua tempat di pulau Jawa ini, selalu ada bakul, petani/peternak, serta pedagang yang siap menampung hasil panen bibit lele berapapun jumlahnya.  Begitu pula di wilayah Kabupaten Sukoharjo dan sekitarnya, peta pengepul atau penampung bibit lele hampir tersebar di semua penjuru. Jadi masalah pemasaran adalah hal yang sangat mudah

“Bahkan mereka (penampung) itu sendiri yang datang ke sini,” tegasnya lagi.

 

Tertawa Menjelang Lebaran

Sementara untuk harga bibit lele itu memang sangat variatif di pasaran. Karena persaingan yang sangat ketat, tentu membuat harga bibit lele adalah yang termurah diantara bibit ikan konsumsi lainnya. Saat ini harga paling murah sekitar Rp 70,- per ekor dari pembibit, sedangkan di atas itu ada harga Rp 100,- dan untuk tingkat bakul atau pengepul bisa mencapai Rp 300,- per ekornya.

Jadi jika dihubungkan dengan omzet penjualan, taruhlah satu pasang indukan bisa panen sekitar 50.000 ekor. Jika dijual dengan harga terendah Rp 70,- maka bisa didapat uang sekitar Rp 3,5 juta. Nah jika diperbesar dengahn dua atau lebih indukan tentu saja tinggal kalikan berapa omzet yang didapat. Sementara untuk keuntungan bersihnya rata-rata 40 % dari penjualan tersebut.

Jadi jika dalam satu bulan hanya panen sepasang indukan saja, maka ada keuntungan bersih Rp 1,05 juta. Nah tentunya panen lebih dari satu pasang indukan adalah harapan semua pelaku usaha pembibitan lele ini. Harga indukan sendiri bervariasi. Sepasang mulai Rp 50.000,- hingga ratusan ribu tersedia di pasaran. Sementara biaya operasional untuk pakan, vaksin, dan peralatan pendukung menyesuaikan jumlah telur yang menetas.

“Hasil panen saya 80 % memang diambil dari bakul,” urainya singkat.

Bakul yang dimaksud kebanyakan datang dari wilayah Selogiri, Wonogiri, dan Sukoharjo sendiri. Sedangkan sisanya adalah dari petani atau peternak pembesaran langsung dari wilayah yang sama pula.. Tentu saja harganya sedikit ada perbedaan. Senangnya bisnis bibit lele ini, setiap panen kapanpun dan berapapun pasti selalu ada yang siap menampung atau mengambil.

“Malah seringnya saya kewalahan memenuhi permintaan yang datang,” akunya serius.

Lebih-lebih menjelang perayaan lebaran Idul fitri, atau tepatnya  satu hingga dua bulan sebelum hari raya tiba. Saat-saat itulah permintaan akan bibit lele meledak. Dan tiap tahun hal tersebut selalu terulang dan terus terulang. Logikanya saat hari raya tiba, kebutuhan atau konsumsi lele memang tinggi. Jadi permintaan dari bakul atau petani pasti meningkat. Maklum saja mereka mendambakan saat hari raya tiba mereka bisa langsung panen dan segera diserap pasar.

“Yang pasti selain bisa menjual banyak, harganyapun juga ikut-ikuan terdongkrak di saat lebaran itu,” tambahnya lagi.

Jadi jelas sudah, apapun alasannya usaha pembibitan lele bisa dibilang sangat menguntungkan jika tak mau dikatakan menggiurkan. Sudah modal kecil, hasil panen cepat, langsung diserap pasar, dan terakhir yang selalu membuat senyum mengembang adalah sistem transaksi yang selalu mengedepankan uang kontan tanpa istilah tempo-tempo-an segala. Jadi ada barang selalu ada uang.

 

Terapkan Trik Khusus

Setiap pelaku bisnis pasti punya trik atau rahasia perusahaan masing-masing. Begitu pula dalam bisnis pembibitan lele ini. Prapto sendiri juga punya rahasia atau resep khusus. Tak heran langganannya yang datang selalu datang padanya, karena bibit dari hasil karyanya dianggap mempunyai kualitas bagus di atas rata-rata bibit dari wilayah lain.

“Jujur saja saya memang membuat semacam vaksin serta campuran suplemen makan khusus untuk perkembangan bibitnya,” akunya sedikit membuka rahasia.

formula itu memang asli bikinan ia sendiri, jadi tidak sama dengan yang dijual di toko-toko pertanian dan perikanan. Selain unik formula itu jelas jauh lebih ekonomis karena biaya produksinya sendiri lebih murah jika dibanding harus membeli vaksin atau suplemen di toko resmi.

Rahasia lainnya adalah selalu utamakan pakan bibit ini dengan cacing sutera. Sedangkan pelet atau por udangnya jadikan sebagai makanan tambahan selama usia bibit mulai menetas hingga maksimum 35 hari. Dengan semua trik itu, memang bibit lele hasil karyanya selalu mendapat pujian dan kepercayaan dari pelanggan, baik di tingkat bakul maupun petani. Med

 

 

Info Lebih Lanjut Hubungi :

Bapak Prapto

Teraju Kuning, Pandean, Sukoharjo

 

Analisis Usaha Pembibitan Lele

(Untuk omzet Minimal per 1 bulan)

 

A.    Modal Awal

5 Kolam Terpal (@ 2X3 meter)                                     Rp     200.000

Indukan 1 pasang                                                           Rp     100.000

 

B.     Biaya Produksi

Pakan 50 ribu ekor                                                         Rp  1.080.000

Vaksin+suplemen                                                                               Rp     300.000

Upah 2 karyawan                                                           Rp  1.500.000

                                                                                    ______________

                                                                                   Rp  2.880.000

C.    Omzet/Pendapatan

Terjual 48 ribu ekor

(mati 2000) laku @ Rp 100                                           Rp   4.800.000

D.    Keuntungan

(C-B)      40 % dari penjualan                                        Rp  1.920.000

                                                                                      

 (Artikel ini terselenggara atas kerjasama antara redaksi www.pusatagro.com dengan redaksi tabloid cetak Trans Agro. Untuk mendapatkan berita-berita lengkap mengenai peluang agribisnis aplikatif dan nomor kontak narasumbernya, silahkan dapatkan bundelnya dengan menghubungi nomor 0274-9272270 call / smsCek daftar isi)

Komentar
Tulis komentar anda di sini..
Submit
Daftar Member Gratis
Jumlah post : 1748
Jumlah member : 1641
Facebook
Twitter
News
Beta Testing PusatAgro.com
2012-04-29 17:44:51

Per tanggal 01-12-2011 kami meluncurkan website PusatAgro.com (Beta)

Kami akan mengecek system kami, jika ada bug (error) yang dijumpai silakan kabari kami.



 

Copyright © 2011 PusatAgro.com, All Rights Reserved.